Senin, 18 September 2017

Kenapa Kalian Tidak Usah Jadi Penulis

Sebelum kalian melanjutkan membacanya, saya harus mengingatkan, tulisan ini mengandung keterus-terangan level 10. Tidak ada basi-basinya. Tanggung resikonya jika jadi ilfil. Kenapa kalian tidak usah jadi penulis? Berikut daftar alasannya:
1. Dari 10 buku yang beredar di toko2 buku, hanya 1 yang lolos cetak ulang berikutnya. Sisanya gagal total, cetakan 1 saja tidak habis (padahal ada yg cuma cetak 1.000) ditarik lagi, masuk gudang, dijual kiloan sebagai buku loak. Dari 20 buku, hanya 1 yang bertahan laku selama setahun. Sisanya gagal.
2. Dari 40 penulis buku, hanya 1 yang 10 tahun kemudian tetap menulis. Sisanya dilupakan. Rata2 penulis hidup biasa saja di usia pensiunnya (utk tidak bilang miskin).
3. Jika kalian diundang dalam sebuah acara, sewa sound system acara itu 5 juta, sewa tenda 10 juta, maka honor penulis yg diundang, jangan kaget kalau cuma ditawar Rp 200.000 saja. Saya bergurau? Tidak. Ada penulis yg hadir di sebuah kampus, nyaris 1.000 peserta acaranya, pulang acara, panitia hanya ngasih amplop transport Rp 200.000. Untuk seminggu kemudian, kampus yg sama, mengundang penyanyi, santai saja membayarnya Rp 60 juta untuk manggung satu jam. Juga bagi panitia, sudah jadi rahasia umum, acara kepenulisan susah sekali mendapatkan sponsor dibandingkan acara2 lain.
4. Penulis adalah profesi yang sangat mahal pajaknya. Besok2, jika tidak ada perubahan soal ini, kalian akan tahu sendiri betapa sadisnya pajak penulis. Mending jadi dokter, pengacara, insinyur, penyanyi dan berbagai profesi lainnya, lebih murah.
5. Jika harga buku Rp 100. Maka berapa sebenarnya yg penulis bawa pulang sebagai upah dia menulis? Rata2 nasional hanya diangka Rp 7. Bayangkan, harga buku Rp 100, penulis, orang yang menulis buku tersebut, hanya memperoleh Rp 7. Kemana Rp 93? Bukan penulis yang menikmatinya. Melainkan pemilik modal (toko buku, penerbit, distributor), termasuk diambil negara sebagai pajak.
6. Buku kalian dibajak. Itu jelas sekali. Dari 10 buku yang dijual di toko buku (termasuk online), 2 adalah bajakan. Tidak akan ada yang melindungi kalian dari bajakan ini. Bahkan aparat negara yg seharusnya melindungi penulis, santai saja membawa buku bajakan untuk request tanda-tangan ke penulisnya.
7. Menulis adalah proses yang sangat panjang dan lama. Jika satu penulis membutuhkan 1 tahun menyelesaikan bukunya (mulai dari riset, ditulis, edit, hingga jadi buku), maka selama itulah prosesnya. Setahun yang sangat lama, dan tidak ada garansi akan sukses, kebanyakan setahun yang sia-sia, ditolak penerbit, hanya jadi onggokan naskah bisu. Mending bikin kue, 1 jam jadi. Atau jualan cabe rawit merah, cepat lakunya.
8. Konsumsi buku itu kalah telak dengan konsumsi fast food, kosmetik, baju, dan kebutuhan lainnya. Silahkan dihitung sendiri, belanja buku per tahun kalian, sangat kecil bahkan dibanding belanja pulsa/gagdet dan sejenisnya. Apalagi jika dihitung rata2 nasional, lebih tragis lagi angkanya.
9. Sebagai artis, penyanyi, politisi, dan atau profesi lainnya, kalian bisa berbuat salah, selingkuh, penuh skandal, dsbgnya. Bisa. Dan orang2 tidak peduli, tetap memburu karya2 kalian, tetap memuja, tetap follow. Tapi jangan coba2 seorang penulis membuat skandal. Bahkan saat dia salah tulis satu potong kalimatnya, cukup untuk membuat karirnya tamat, atau sebagian orang tidak bersedia lagi membaca tulisannya.
10. Jangan coba2 sok berbaik hati membagi tulisan di media sosial. Bahkan saat kalian melakukannya dengan gratis. Tiba2 kalian berhenti melakukannya (karena kesalahan teknis), atau memang tidak mau lagi membagikannya, maka orang2, ada saja yang akan memaki kalian, membawa nama hewan, kotoran, dll. Termasuk menceramahi kalian soal berbagi, berbuat baik, dll. Saya pernah dimaki ‘tai lu’ (maaf), karena beberapa tahun lalu menghentikan sebuah cerbung, dan pembaca tersebut kecewa tdk bisa menikmati secara gratis lanjutannya.
Daftarnya masih panjang sekali, dan semakin menyesakkan. Lebay? Tidak. Sebagai penulis 26 buku, selama 12 tahun terakhir, saya bisa memvalidasi fakta2 ini. Ketahulah, sebenarnya tidak ada yang sangat-sangat-sangat peduli dengan penulis di negeri ini. Itu cuma pekerjaan remeh saja. Tidak ada penulis di dunia ini, maka dunia akan baik2 saja. Penulislah yg lebay jika menganggap mereka penting.
Saya sudah sangat berterus-terang lewat tulisan ini. Biar tidak ada lagi dusta diantara kita. Dan tidak perlu sok bijak mengomentari tulisan ini. Kecuali jika kalian pernah dimaki dengan 'tai lu' utk sesuatu yg dibagikan gratis, kita baru bisa nyambung soal sok bijak ini.
Nah, dengan daftar tersebut, setelah semua keterus-terangan ini, jika kalian tetap ingin jadi penulis, maka milikilah motivasi yang kuat. Hanya itu yang bisa menaklukkan apapun. Jadilah penulis yang tangguh. Gigit motivasi kalian. Bahkan saat kalian sedih sekali, kecewa, merasa tidak dihargai, kalian tetap punya benteng tangguh. Semoga dengan begitu kalian akan jadi penulis yg kokoh. Karena saya pun, Tere Liye, boleh jadi hanya soal waktu juga kalah, akhirnya berhenti menulis. Dan tidak usah sedih jika itu benar2 terjadi. Itu tidak penting. Move on. Lupakan.
*Tere Liye

Untuk Semua Para Istri dan Ibu

Ibu Lelah? Rehatlah

Semalam saat saya baru saja membuka laptop untuk membuat tulisan di hari ke 9,sebuah pesan masuk :

"Saya lelah mbak.Rasanya hanya saya yang harus bertanggung jawab untuk semuanya.Waktu rasanya begitu cepat,sementara saya melihat diri saya tidak mencapai apapun...saya minder kalau ketemu temen-teman lainnya,rasanya saya doang yang gini-gini aja..."

"saya merasa tidak bahagia..rasanya berputar putar terus di rutinitas yang sama.Di rumah rasanya hati saya gak tenang..tiap hari ada saja masalah yang dibuat oleh anak-anak.Anak-anak gak nurut kalau diberi tau..melawan terus,suami malah keliatannya lebih asik di luar rumah..."

•••
saya terpaku, membayangkan situasi yang terjadi di rumahnya.

Saya memperhatikan pola seperti ini sering sekali terjadi,dan mungkin sebagiannya pernah juga dialami oleh saya&jutaan ibu lainnya.

Ada rasa lelah yang sangat besar, yang pada akhirnya mengambil rasa bahagia ibu,dan lambat laun mengambil rasa bahagia seluruh anggota keluarga.

Saya tentunya tidak akan membahas kisah ibu tersebut di tulisan ini,tapi saya tergugah untuk menulis sebuah perspektif tentang kata "lelah"

Saya teringat sebuah nasehat yang dikiaskan dalam bentuk sebuah narasi antara iblis dan syetan :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi

jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya

biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya

setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri

sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,

buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga

jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,

gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anak-anaknya, dari suaminya

goda lisannya untuk berkata kasar,
Hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah

dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang Ibu
....

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,

Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,

Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri
jika kau pandai menghargai dirimu,

Ringankan tugasmu bu,
Jangan menekan dirimu terlalu keras,
Sesekali tak masalah rumahmu kotor
tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan

Jangan terjebak dalam waktumu bu,
sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya

rehatlah,
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri,

Sekedar menepi, menepilah
beri waktu untuk dirimu sendiri,

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu,

rasakan pelukannya,
ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya

Kau berharga ibu,jangan pernah lupakan itu.

•••
Kualalumpur Dini Hari

malam ini jadi malam penuh refleksi buat saya
bisa jadi kita pernah mengalami hal yang sama akan rasa lelah yang bertubi

tapi, saat mendengar masalah orang lain,kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah

jika kita melihat peran ini sebagai beban,maka kita hanya akan sampai pada titik lelah

jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas,kita tidak akan menemukan ruhnya

rewarding your self mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu

jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa sabar dan syukurmu

karena dari bahagiamu,tercipta ketahanan sebuah keluarga

semoga coretan ini ada manfaatnya.

Silahkan share

Kamis, 31 Agustus 2017

Cara jualan di Facebook

Buat kita yang masih awam tentu akan sangat kesulitan untuk belajar cara jualan online di facebook agar laris manis dan memanfaatkan facebook sebagai bisnis online

Karena kebanyakan dari para pemula hanya sekedar posting gambar dan promosi di group lalu di biarkan begitu saja

Untuk itu kali ini saya akan berbagi tips jualan onlinedi facebook khusus buat teman-teman yang masih baru

Ok langsung saja ya berikut langkah-langkah nya :


# Menentukan Produk Yang Tepat Untuk Kita Jual (Unik & Menarik)

Ingat yang jualan online di social meida seperti facebook,twitter,intagram dan google+ itu sudah sangat-sangat banyak

Jadi, kemampuan kita dalam memilih produk yang tepat sangat menentukan keberhasilan kita dalam menjual sesuatu secara online

Jika produk yang kita jual itu-itu saja, dan tidak menarik, maka wajar kalau kita akan kesulitan dalam memasarkan produk yang akan kita jual

Karena tentu mereka akan lebih memilih membeli sesuatu dari orang-orang yang sudah mereka percayai, karena sudah memiliki trak racord yang baik

Pasti akan timbul pertanyaan seperti ini

Tapi kalau kita jualan sesuatu yang sedang treds kan bagus?

Iya memang bagus

Tapi jangan lupa sudah banyak yang menjual produk-produk tersebut, sehingga akan sulit untuk kita bersaing dengan mereka yang sudah lebih dulu berjualan, karena sudah memiliki tingkat kepercayaan yang lebih dari custumer

Baca Juga :
 Mau jualan di instagram? Berikut cara jago jualan di instagram Lowongan Kerja FreelanceMengenal Bisnis Waralaba

# Menyiapkan Gambar Atau Foto Produk Yang Berkualitas

Kualitas dari foto atau gambar produk yang kita gunakan untuk jualan online di facebook harus sangat kita perhatikan,

Karena gambar tersebut mewakili semua produk yang akan kita jual, sebagus apapun produk yang akan kita jual, jika gabarnya jelek maka akan terkesan jelek di mata custumer kita

Untuk itu pastikan gambar produk yang kita gunakan berkualitas tinggi, sehingga bisa menimbulkan kesan yang baik bagi para custumer

# Memperbanyak Teman Atau Follower Facebook Sobat

Semua teman-teman di facebook adalah calon custumer kita, untuk itu agar jualan online kita di facebook laris manis maka harus memperbanyak pertemanan di facebook kita lebih dulu

Semakin banyak pertemanan yang kita dapatkan, maka semakin besar peluang kita untuk bisa sukses jualan online di facebook

untuk itu berusahalah untuk meningkatkan jumlah pertemanan lebih dulu 

Ada 2 cara yang bisa kita lakukan:

# Gratis

1. Menambah pertemanan dengan menggunakan tombol cari teman

Cara yang paling umum untuk kita memperbanyak pertemanan di facebook adalah dengan menggunakan tombol cari teman yang sudah di sediakan oleh facebook

Hanya saja kita perlu berhati-hati karena ada batas pertemanan yang boleh kita add dalam satu hari, dimana kalau kita langgar maka kita akan mendapatkan peringatan dan akun facebook kita akan di nonaktifkan

Untuk itu jangan terlalu terburu-buru untuk add pertemanan dalam 1 harinya, jika sudah mendapatkan peringatan, berhenti dan lanjutkan esok harinya lagi

2. Bergabung di group-group yang aktif

Bergabung di group-group facebook yang aktif juga bisa kita gunakan untuk menambah pertemanan kita dengan cara aktif di group tersebut

Baik itu sekedar memberikan komentar ataupun melakukan tanya jawab dengan member di sana, maka setelah kita cukup di kenal, dengan sendirinya akan banyak yang meminta pertemanan dengan kita

# Berbayar

1.Promosi menggunakan facebook ads

Jika kita ingin cepat meningkatkan jumlah peremanan ataupun follower di facebook, maka promosi menggunakan facebook ads adalah salah satu pilihan yang tepat

Hanya saja ini tidak gratis, jadi kita harus menyiapkan baudget tersendiri untuk melakukan promosi menggunakan facebook ads

2. Menggunakan Jasa Menanambah Pertemanan Di Facebook

Selain facebook ads kita bisa juga menggunakan jasa dari orang lain untuk menambah pertemanan di facebook

Hanya saja, kita juga harus hati-hati dalam memilih jasa ini, karena terkadang banyak yang menggunakan cara yang tidak lazim dan menggunakan akun palsu

# Posting Produk Secara Rutin Di Facebook

Setelah 3 langkah di atas, maka kini saatnya untuk kita melakukan posting atau promosi produk secara rutin di wall ataupun group-group facebook yang sesuai dengan produk yang kita jual

Yang perlu perhatikan di dalam mempromosikan produk yang kita jual adalah jangan sampai menggunakan cara-cara spam yang tidak di sukai oleh pengguna facebook

Seperti promosi di kolum komentar, di wall fb orang lain, ataupun promosi dengan melakukan tag secara berlebihan

Jangan lakukan itu semua, karena gak ada gunanya yang ada kita bakalan mendapatkan cap yang jelek dari teman-teman kita di facebook

# Buat Postingan Yang Kreatif

Yang saya maksudkan di sini adalah membuat postingan produk dengan cara kreatif, jadi tidak kita tampilkan dengan gambar yang itu-itu saja

Kita bisa berkreasi dengan cara membuat postingan yang lucu-lucu ataupun yang sedang trends untuk menarik interaksi dengan teman-teman kita di facebook

Karena pada dasarnya orang lain tidak akan suka jika di suruh membeli ataupun di tawarkan sesuatu dari orang yang belum mereka kenal

Dengan sering adanya interaksi dengan teman-teman kita di facebook maka kita akan lebih mudah ketika hendak menawarkan produk yang akan kita jual

# Buat Fanspage Atau Group Facebook Khusus

Menggunakan akun facebook pribadi kita saja tidaklah cukup, akan lebih baik kalau kita membuat fanspage atau group khusus untuk mempersentasikan produk yang kita jual

Sehingga kita bisa lebih mudah mengelola produk-produk yang kita tawarkan dalam suatu wadah

Dengan membuat fanspage atau group facebook khusus, kita juga lebih mudah untuk berkomunikasi dengan banyak pelanggan sekaligus

Untuk membuat fanspage di facebook silahkan sobat baca artikel saya yang lainnya Cara membuat fanspage di facebook

Demikian beberapa langkah untuk berjulan online melalui facebook agar dagangan kita cepat laris dan laku,, semoga bisa memba